Home / Admin Paradisea

Admin Paradisea

Hak Masyarakat Adat dan Fakta Penyusunan RTRW Papua Barat

Hak Masyarakat Adat dan Fakta Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Papua Barat Pada dasarnya situasi penyusunan tata ruang di Papua Barat – RTRW Provinsi dan RTRW Kabupaten/Kota belum sepenuhnya melibatkan masyarakat dan terkesan tertutup. Situasi ini menyebabkan muncul banyak penilaiain negatif terhadap pejabat pembuat kebijakan dan isi kebijakan penataan ruang. …

Read More »

USULAN “TAMAN NASIONAL ARFAK-TAMBRAUW” TERLUAS DI INDONESIA BERADA DI PROVINSI PAPUA BARAT

MEMUNGKINKAN MENJADI TANAMAN NASIONAL TERLUAS DI INDONESIA : Ekosistem Hutan Hujan Pengunungan Arfak-Tambrauw Diperkirakan Mencapai Satu Juta Empat Ratus Ribu Hektar Inisiatif Paradisea dan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Papua, melakukan kajian melihat kondisi terkini kesesuaian fungsi ketiga cagar alam berdasarkan perubahan tutupan lahan, konversi hutan untuk perkebunan, pertanian, infrastruktur jalan dan bangunan permanen …

Read More »

Sembilan Puluhan Ribu Hektar Hutan Berpotensi Untuk Program Hutan Adat Di Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat

Di kabupaten Manokwari Selatan setidaknya terdapat  4 suku asli Komunitas adat yang wilayah adatnya diidikasikan terdapat kawasan hutan alam hujan tropis.  Dalam kajian Paradisea hingga agustus 2017, berdasarkan pola ruang rencana tata ruang wilayah Papua Barat 2013-2033 dan tutupan lahan tahun 2015,  menunjukan kurang lebih 90-an ribu hektar berpotensi untuk …

Read More »

Kementrian LHK Hati-Hati memberikan Persetujuan Penurunan Fungsi Kawasan Hutan Di Provinsi Papua Barat, Jika Ingin Mencapai Target NDC Indonesia

” Kementrian LHK hati-hati memberikan persetujuan penurunan fungsi kawasan hutan di Provinsi Papua Barat,  jika ingin mencapai target NDC Indonesia” Selama periode tahun 1999 – 2014 perubahan kawasan hutan di Papua Barat cukup signifikan.  Perubahan kawasan hutan menjadi non kawasan hutan meningkat seluas ± 557 ribu Ha atau naik sekitar 66% …

Read More »

54% RUANG HIDUP MASYARAKAT ADAT DI TELUK BINTUNI DIINDIKASIKAN DALAM KEPUNGAN INVESTASI

Laju pembangunan daerah Teluk Bintuni berlangsung dengan sangat cepat. Perkembangan ini dipicu aktivitas pemanfaatan sumberdaya alam oleh beberapa perusahaan multi nasional dan nasional, baik itu aktivitas eksplorasi maupun eksploitasi. Kehadiran banyaknya korporasi memberikan dampak sangat besar. Dampak tersebut bukan hanya peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan pembangunan wilayah, tetapi juga dampak …

Read More »

Koalisi Peduli Ruang Hidup Masyarakat Adat Papua Barat: PETAKAN INDIKATIF WILAYAH SUKU DALAM IZIN KONSESI LAHAN DAN HUTAN DI 4 KABUPATEN TANAH PAPUA

Paradisea ,Manokwari. Hingga tahun 2016 Koalisi Peduli Ruang Hidup Masyarakat adat Papua Barat bersama Majelis Rakyat Papua Barat telah memetakan secara umum indikatif wilayah penyebaran suku. Suku-suku tersebut yaitu Hatam, Irarutu, Kuri, Maybrat, Mbaham Matta, Moskona, Sebiar, Sough, Sough Bouhon, Sumuri dan Wamesa berdasarkan batas administrasi pemerintahan di 4 kabupaten. …

Read More »

RTRWP PAPUA BARAT 2013 – 2033 BERPOTENSI MELANGGAR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT PERLINDUNGAN GAMBUT

Hasil penelitian Paradisea 2016 terlihat RTRWP Provinsi Papua Barat paska revisi tahun 2015 menunjukan  kawasan gambut dengan luasan ± 1.018.000 Ha.   Dimana hanya terdapat ± 169.000 Ha lahan gambut yang masuk dalam pola ruang dengan fungsi lindung dan ± 848.000 Ha telah dialokasikan untuk fungsi budidaya.  Kawasan budidaya memiliki jumlah terluas dengan status Hutan Produksi …

Read More »

“ KEBIJAKAN KONSERVASI BIODIVERSITY YANG TIDAK MENGAKUI EKSISTENSI MASYARAKAT HUKUM ADAT PAPUA DAN HAK- HAK TRADISIONALNYA”.

  Kertas Posisi Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Ruang Hidup Masyarakat Adat Papua Manokwari, 10 Desember 2016.   Kertas Posisi ini disusun oleh Koalisi Masyarakat Sipil sebagai tanggapan kritis terhadap konsep Provinsi Konservasi dan seluruh proses yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan Kelompok Kerja (Pokja Provinsi Konservasi). Termasuk di dalamnya mengemukakan posisi …

Read More »

PANDANGAN ANAK ADAT MIYAH TERHADAP HUTAN

Bagi anak-anak adat kampung Siakwa (Yohanis, Yosep, Riki , Yafed, Melan, dan Sari), hutan adalah HASIL dan ADAT. Anak-anak tersebut menjelaskan bahwa didalam hutan terdapat berbagai macam hasil bumi yang dapat menyelamatkan kehidupan mereka. Masyarakat distrik Miyah  memanfaatkan hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang dimulai dari kebutuhan akan udara …

Read More »